Sabtu, 03 Desember 2011

Kisah Kakek Berusia 10 tahun

Dikisahkan, di bawah sebuah pohon yang rindang, tampak sekelompok anak-anak sedang menyimak pelajaran yang diberikan oleh seorang guru. Di antara anak-anak itu, terlihat seorang kakek duduk di sana
Seusai pelajaran, seorang pemuda dengan penasaran menghampiri dan bertanya kepada si kakek, “Kek, apakah kakek seorang guru?" 
“Bukan…, aku bukan seorang guru. Aku juga sedang belajar, sama dengan anak-anak itu.”
“Lho, memangnya, berapa umur kakek?”
“Umur kakek tahun ini, tepat 10 tahun.”
“Ah…, kakek bercanda! Perkiraanku, umur kakek sudah 70 tahunan…”
“Ha ha ha, tebakanmu benar! Bila dihitung dari saat kakek lahir hingga kini, umur kakek memang 70 tahun. Tetapi, 60 tahun yang telah dilewati jangan dihitung. Yang benar-benar dapat dihitung adalah kehidupanku sepuluh tahun terakhir ini.”
Si pemuda menunjukkan wajah kebingungan. Ia pun bertanya, “Apa artinya, Kek?”
Sambil menghela napas panjang si kakek menjawab, “Sejak kecil sampai usia 20 tahun, yang seharusnya waktu terbaik untuk belajar, tetapi kakek sibuk bermain dan bersantai. Karena semua kebutuhan hidup telah disediakan berlimpah oleh orangtua kakek. Kemudian 20 tahun berikutnya, waktu yang seharusnya untuk mengejar karir dan berjuang, kakek malah menggunakannya untuk berfoya-foya-menghamburkan harta yang diperoleh dengan susah payah oleh orangtua kakek. Dan 20 tahun ketiga, waktu yang seharusnya untuk mengumpulkan tabungan sebagai persiapan pensiun di masa tuaku, malahan kakek gunakan untuk pergi tamasya, menghabiskan sisa harta yang masih ada. Semua hanya untuk mengejar kesenangan sesaat. Coba, kamu pikir, bukankah 60 tahun telah kulewati itu sia-sia? Tidak ada satu pun yang kupelajari.”
“Lalu bagaimana dengan sepuluh tahun terakhir hidup kakek?”
Dengan mata berkaca-kaca si kakek bertutur, “Sepuluh tahun terakhir aku sadar, 60 tahun hidup dilalui tanpa makna, tanpa tujuan, dan tanpa cita-cita… Sungguh hidup yang sia-sia, tidak berguna. Saat sadar, kakek sudah hidup sebatang kara dan tanpa harta.Untuk hidup pun harus ditunjang dari belas kasihan orang lain. Anak muda, jangan meniru kehidupan seperti yang telah kakek jalani. Karena, waktu adalah modal utama paling berharga yang dimiliki oleh setiap manusia. Pergunakanlah baik-baik untuk belajar,berusaha, dan berkarir. Efektivitaskan waktumu pada tujuan yang jelas, dan berjuang meraih keberhasilan. Maka kelak di hari tuamu, kamu akan menjalani kehidupan ini dengan bangga dan bahagia.”
Teman-teman yang luar biasa,
Saat ini kita hidup di Abad ke-21, di mana zaman mempunyai ciri khas yakni perubahan yang cepat, perkembangan teknologi yang semakin pesat, persaingan di semua lini usaha yang begitu ketat. Dan kita dituntut menjadi manusia pembelajar yang bisa menghargai waktu dan mengelolanya secara cerdas, cermat, dan cekatan.
Jika kita mampu mengelola waktu dengan begitu smart, bisa dipastikan kehidupan kita akan punya warna, punya ciri, dan berkualitas. Manfaatkan waktu yang begitu berharga! Seperti pepatah berbunyi, time is money (waktu adalah uang). Tetapi lebih dari itu, time is life (waktu adalah nyawa)…!

5 Kesalahan Ketika Anda Mencoba Melakukan Sesuatu

 
“Pilihlah sebuah metode lalu cobalah metode tersebut. Jika gagal, akuilah dan coba metode yang lain. Namun yang terpenting, lakukan sesuatu.”
- Franklin D. Roosevelt -

Apa yang menghentikan anda dari melakukan sesuatu? Berikut merupakan lima kesalahan yang telah saya lakukan berulang kali. Dan saya masih tetap melakukan kesalahan-kesalahan ini, namun tidak sebanyak yang saya lakukan dulu. Saya terus memperbaiki diri secara bertahap.

Berikut merupakan tindakan-tindakan yang dapat membuat anda menahan diri, bahkan menghentikan diri anda dari mengambil tindakan dan memperoleh apa yang anda inginkan. Dalam kenyataan memang terdapat lebih dari 5 hal, namun saat ini saya ingin memfokuskan diri pada 5 hal yang menurut pendapat saya dapat menghentikan saya dan orang-orang lain pada umumnya.

1. Terlalu Serius Dalam Memikirkan Sesuatu

Berpikir seringkali sebut-sebut sebagai hal terbaik dalam dunia ini. Dalam beberapa kasus, berpikir justru menghambat anda. Menurut pendapat saya: saya bukanlah hasil pemikiran saya, saya adalah pengamat dari pemikiran saya. Pemikiran seperti ini membuat anda tidak terlalu terikat pada pemikiran-pemikiran yang ada. Dan untuk menghindari pemikiran bahwa apa yang dikatakan orang-orang merupakan kebenaran. Seringkali pemikiran semacam ini tidak berguna dan hanya akan memenuhi kepala anda. Dan anda menyadari bahwa anda tidak harus menganggap terlalu serius pemikiran-pemikiran tersebut. Anda bisa melupakannya jika anda menginginkannya.

Dengan sudut pandang seperti ini, akan lebih mudah bagi anda untuk mengambil jarak dari pemikiran-pemikiran anda dan mengendalikannya daripada membiarkan diri anda dikendalikan oleh pemikiran-pemikiran tersebut. Akal sehat memang penting, namun seringkali kita menyadari pemikiran apa yang harus kita dengarkan dan pemikiran mana yang hanya omong kosong belaka.

2. Terlalu Menganggap Serius Emosi Anda

Ada waktunya bagi anda untuk mendengarkan emosi anda. Namun seringkali hal itu bukanlah ide yang bagus. Sekali lagi, bagi saya emosi merupakan sesuatu yang saya amati. Hal ini memungkinkan saya untuk mengambil jarak dari emosi dan tidak terlalu mengganggap serius emosi anda, kecuali jika emosi tersebut dapat membantu anda dalam situasi tertentu.
Jika anda memiliki emosi negatif yang menahan diri anda dari mengambil tindakan, lalu apa yang bisa anda lakukan agar anda tidak terlalu menganggap serius emosi anda?

Satu hal yang bisa anda lakukan adalah dengan menerima fakta bahwa perasaan tersebut ada di dalam diri anda. Daripada anda menolak perasaan anda dan tidak menerima perasaan tersebut; biarkan perasaan itu masuk dan terimalah. Dengan menerima perasaan tersebut tanpa memberikan label apapun dan hanya mengamatinya; anda bisa mengurangi perasaan-perasaan negatif yang muncul dalam hitungan menit. Lalu anda bisa melanjutkan kegiatan anda tanpa merasakan adanya hal-hal negatif dalam diri anda.

Cara lain yang bisa anda lakukan adalah dengan melihat kembali situasi yang sedang anda hadapi dari sudut pandang yang berbeda. Jika anda melihat sesuatu dengan rasa takut, anda mungkin tidak akan mengambil tindakan apapun. Jika anda mengubah sudut pandang anda, anda bisa mengubah emosi nagatif yang muncul menjadi positif. Cara paling mudah untuk mengubah sudut pandang anda adalah dengan bertanya pada diri anda sendiri: hal baik apa yang bisa saya ambil dari situasi ini? Dengan cara ini anda bisa mulai melihat sesuatu melalui sudut pandang yang baru dan lebih positif, dan pada saat yang bersamaan memicu semangat anda dalam memulai sesuatu.

Tidak terlalu menganggap serius pikiran dan emosi anda sifatnya sama seperti hal-hal lain yang biasa anda lakukan. Hal tersebut merupakan kebiasaan yang anda bangun dan tumbuh semakin kuat. Perlahan anda akan mempu melepaskan diri anda dari beban pikiran dan emosi yang mengikat anda.

3. Terlalu Sering Mendengarkan Pendapat Negatif Orang Lain.

Saya telah menyebutkan hal ini beberapa kali. Apa yang orang katakan mengenai dunia dan anda mungkin tidak benar. Seringkali yang ia katakan lebih merupakan perasaan orang tersebut mengenai dirinya sendiri dan ia menyampaikannya kepada orang-orang di sekelilingnya. Jika mereka membagikan hal-hal negatif maka hal tersebut lebih merupakan cerminan dari diri mereka dibandingkan dengan kenyataan yang ada.

Tentu saja, ada kemungkinan kritikan yang orang tersebut berikan terhadap diri anda atau ide-ide anda benar. Namun pada sisi lain, seringkali kritik yang muncul merupakan pendapat negatif seseorang mengenai sudut pandang nya terhadap lingkungannya, bagaimana ia ingin terlihat benar dalam sebuah percakapan, atau bagaimana ia ingin mempertegas sudut pandang nya mengenai kenyataan dan untuk menciptakan rasa aman dan perasaan bahwa semua terjadi seperti biasanya.
Menurut saya anda perlu mendengarkan pendapat orang lain. Khususnya orang-orang yang telah berada pada posisi dimana anda ingin menuju. Namun pada akhirnya cobalah untuk membuat keputusan sendiri. Cobalah lakukan banyak hal dan lihatlah mana yang berhasil daripada hanya mendengarkan prediksi orang lain.

4. Tidak Menciptakan Cukup Banyak Energi Dalam Diri Anda

Tanpa ada kekuatan diri, sangatlah sulit untuk melakukan sesuatu. Jika anda menguasai hal-hal yang mendasar dalam menjaga diri anda maka anda akan memiliki lebih banyak kekuatan untuk mengubah ide-ide anda menjadi kenyataan. Jadi jika anda cukup beristirahat, makan makanan sehat dan berolah raga maka anda memberikan nilai lebih bagi diri anda sendiri.

Bagi saya – karena saya selalu tidur dan makan secara teratur – hal terpenting bagi saya adalah berolehraga dengan teratur. Olahraga membuat anda memiliki lebih banyak energi dan lebih mudah dalam melakukan sesuatu.

5. Terlalu Banyak Berencana, Membaca, Dan Berpikir

Melakukan sesuatu dengan lebih banyak kadang bukanlah ide yang bagus. Kedengarannya mungkin bagus pada awalnya, namun berdasarkan pengalaman saya, hal tersebut malah membuat anda bingung dan bahkan hanya bisa menyelesaikan lebih sedikit pekerjaan.

Salah satu kesalahan yang sering anda lakukan adalah terlalu lama menyusun rencana. Untuk memastikan pekerjaan anda berjalan dengan lancar, hal terpenting yang anda lakukan adalah menyusun sebuah rencana dengan sempurna. Anda bisa menyusun sebuah rencana dengan menganalisa masalah potensial yang dapat muncul ketika anda sedang menerapkan rencana anda. Masalahnya adalah ketika anda melaksanakan rencana anda; anda belum memikirkan kemungkinan yang bisa terjadi.

Rencana yang betul-betul sempurna akan sangat sulit untuk disusun. Jadi setelah anda menyusun rencana, segeralah memulai rencana tersebut, bekerjalah dengan menerapkan rencana dan mengatasi masalah-masalah yang muncul ketika anda mulai bekerja.

Membaca terlalu banyak merupakan cara lain yang dapat menghambat diri anda. Anda merasa anda perlu membaca satu atau lebih buku atau artikel lalu mengambil tindakan. Mungkin besok atau minggu depan. Terlalu banyak membaca juga dapat menyebabkan muncul kebingungan karena pakar-pakar yang berbeda memiliki nasihat yang berbeda terhadap diri anda.

Membaca membuat anda merasa lebih baik karena anda sedang melangkah menuju sasaran anda dan mendidik diri anda sendiri. Namun, untuk memperoleh hasil yang lebih baik, alanglah baiknya jika anda membaca untuk memperoleh informasi mengenai langkah-langkah dasar yang bisa anda lakukan, juga kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan oleh orang lain, lalu mulailah berolahraga di pusat kebugaran.

Terlalu banyak berpikir merupakan cara paling popular untuk menunda sesuatu. Penundaan bisa menyita waktu anda selagi anda membayangkan masa depan anda, atau scenario negatif yang mungkin tidak akan pernah terjadi dalam dunia nyata. Berdasarkan pengalaman saya, terlalu banyak berpikir hanya membuat hal yang anda pikirkan menjadi lebih rumit dan dapat menarik anda ke dalam lingkaran pikiran negatif sehingga anda merasa takut untuk mengambil tindakan.

Jadi, melakukan sesuatu lebih banyak kedengarannya memang seperti sebuah ide yang bagus. Anda mengerjakan sesuatu untuk menghasilkan sesuatu yang lebih baik lagi. Merencanakan, membaca, dan memikirkannya merupakan tiga hal yang dinilai sebagai sesuatu yang sangat baik dalam masyarakat kita. Dan ketiga hal tersebut merupakan hal yang baik. Tapi anda tidak bisa tidak mengambil tindakan dengan melakukan ketiga hal tersebut lebih banyak.

Masalah lain yang muncul adalah ketiga hal tersebut dapat membuat anda merasa anda mengalami kemajuan. Sehingga anda terus melakukan ketiga hal tersebut, dan tidak mengambil tindakan, serta menggantikan perasaan nyata bahwa anda telah melakukan kemajuan dengan perasaan yang keliru.

“Seringkali perbedaan antara orang sukses dan gagal adalah bukan karena yang satu tidak memiliki keahlian atau ide, melainkan keberanian untuk mengambil risiko atas ide yang ada dan melaksanakannya.”
- Maxwell Maltz -

Kamis, 01 Desember 2011

"Perbicaraan Bayi Dengan Tuhan Sebelum Lahir Di Dunia"

Suatu ketika..seorang bayi siap dilahirkan ke dunia,menjelang diturunkan … Dia bertanya kepada TUHAN :
Bayi : “para malaikat di sini mengatakan, bahwa besok Engkau akan mengirimku ke dunia,                         tetap...bagaimana cara saya hidup di sana,saya begitu kecil dan lemah”
TUHAN : “Aku telah memilih satu malaikat untukmu..ia akan menjaga dan mengasihimu”
Bayi : “tapi di surga apa yang saya lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa ini cukup bagi saya untuk bahagia”
TUHAN : “malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari, dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan lebih berbahagia”
Bayi : “dan apa yang dapat saya lakukan saat saya ingin berbicara kepadamu?”
TUHAN : “malaikatmu akan mengajarkan..bagaimana cara kamu berdoa”
Bayi : “saya mendengar bahwa di bumi banyak orang jahat,siapa yang akan melindungi saya”?
TUHAN : “malaikatmu akan melindungimu, dengan taruhan jiwanya sekalipun”
Bayi : “tapi saya akan bersedih karena tidak melihat Engkau lagi”
TUHAN : “malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang Aku, dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepadaKu, walaupun sesungguhnya Aku selalu berada di sisimu”
saat itu surga begitu tenangnya…sehingga suara dari bumi dapat terdengar dan sang anak dengan suara lirih bertanya
Bayi : “TUHAN……….jika saya harus pergi sekarang, bisakah Engkau memberitahuku, siapa nama malaikat di rumahku nanti”?
TUHAN : “kamu dapat memanggil nama malaikatmu itu…… I B U …”
kenanglah ibu yang menyayangimu..

Untuk ibu yang selalu meneteskan air mata ketika kau pergi…
Ingatkah engkau ketika ibumu rela tidur tanpa selimut demi melihatmu tidur nyenyak dengan dua selimut membalut tubuhmu..
Ingatkah engkau..ketika jemari ibu mengusap lembut kepalamu?
Dan ingatkan engkau ketika air mata menetes dari mata ibumu ketika ia melihatmu terbaring sakit…
Sesekali jenguklah ibumu yang selalu menantikan kepulanganmu di rumah tempat kau dilahirkan..
Kembalilah…mohon maaf…pada ibumu yang selalu rindu akan senyumanmu..
Jangan biarkan kau kehilangan saat-saat yang akan kau rindukan di masa datang,ketika ibu telah tiada…
Tak ada lagi di depan pintu yang menyambut kita…,tak ada lagi senyuman indah…tanda bahagia..
Yang ada hanyalah kamar kosong tiada penghuninya..yang ada hanyalah baju yang digantung di lemarinya..
Tak ada lagi..dan tak akan ada lagi.. Yang akan meneteskan air mata mendo’akanmu disetiap hembusan nafasnya..
Pulang..dan kembalilah segera…peluklah ibu yang selalu menyayangimu..
Ciumlah kaki ibu yang selalu merindukanmu dan berikanlah yang terbaik di akhir hayatnya..
bagi agan2 yg ibunya udh tiada, jangan pernah lupa selalu do'akan beliau semoga beliau tenang disisiNya & dosa2 beliau diampuni-Nya
Quote:

Senin, 07 November 2011

Dominggus Kenjam, dia sudah mati, namun dibangkitkan kembali. Percayalah, mujizat itu Nyata



"Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya." Yohanes 5:21

Saudara-saudara yang dikasihi oleh Tuhan, dalam kesempatan ini saya akan bersaksi tentang peristiwa kematian dan kehidupan yang saya alami pada tanggal 15 Desember 1999. Peristiwa ini juga merupakan suatu tragedi bagi yayasan Doulos, Jakarta dimana STT Doulos ada di dalamnya dan saya adalah mahasiswa yang tinggal di asrama. Sebelum penyerangan dan pembakaran Yayasan Doulos tanggal 15 Desember itu, beberapa kali saya mendapat mimpi-mimpi sebagai berikut:

Minggu, 12 Desember 1999, saya bertemu dengan Tuhan Yesus dan malaikat, saya terkejut dan bangun lalu berdoa selesai saya tidur kembali.

1.. Senin, 13 Desember 1999, saya bermimpi lagi, dengan mimpi yang sama.

2.. Selasa, 14 Desember 1999, dalam mimpi saya bertemu dengan seorang pendeta pada suatu ibadah KKR, isi khotbah yang disampaikan mengenai akhir zaman, adanya penganiayaan dan pembantaian.

3.. Rabu, 15 Desember 1999, kurang lebih pukul 08.00 pagi, saya mendapatkan huruf "M" dengan darah di bawah kulit pada telapak tangan kanan saya. Dalam kebingungan dan sambil bertanya-tanya dalam hati, apakah saya akan mati? Saya bertanya kepada teman-teman dan pendapat mereka adalah bahwa kita akan memasuki millennium yang baru. Walaupun pendapat mereka demikian saya tetap merasa tidak tenang serta gelisah karena dalam pikiran saya huruf "M" adalah mati, bahwa saya akan mengalami kematian. Saya hanya bisa berdoa dan membuka Alkitab. Sekitar pukul 15.00 saya membaca firman Tuhan dari Kitab Yeremia 33:3 "Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab Engkau." Dan pada pukul 18.00, tanda huruf "M" di telapak tangan saya sudah hilang.

#Kampus dan Asrama Mahasiswa Doulos Diserang#

Pada malam hari tanggal 15 Desember 1999. kegiatan berlangsung biasa di dalam asrama kampus STT Doulos. Sebagian mahasiswa ada sedang belajar, yang lain memasak di dapur dan ada pula yang sedang berdiam. Saya sendiri sedang berbaring di kamar. Kurang lebih jam 21.00 malam itu, saya dibangunkan oleh seorang teman sambil berteriak: "Domi, bangun, kita diserang!" Saya langsung bangun dalam keadaan panic, saya langsung berlari ke halaman kampus dan melihat sebagian kampus kami yang telah terbakar. Saat itu saya berkata kepada Tuhan: "Tuhan, saya mau lari kemana? Tuhan, kalau saya lari lewat pintu gerbang depan pasti saya dibacok."

Sementara pikiran saya bertambah kalut ketika teringat akan tanda huruf "M" yang diberikan pada tangan saya. "Tuhan, apakah saya akan mati?" Saya menoleh ke belakang, ada beberapa teman sekamar yang lari menyelamatkan diri masing-masing.

Di belakang kampus kami dikelilingi pagar kawat duri setinggi 2 meter, saya tidak bisa melompat keluar dengan cara mengangkat kawat itu. Dengan tangan sedikit terluka akhirnya saya pun dapat keluar.

Kami sudah berada di luar pagar dengan keadaan takut dan gemetar karena di sana terdapat massa atau orang banyak yang tidak dikenal, mereka membawa golok, pentungan, batu dan botol berisi bensin atau Molotov. Kemudian kami berpisah dengan teman-teman, saya tidak tahu apa yang terjadi dengan mereka.

Saya lari menuju kos kakak tingkat semester 10, yang letaknya tidak jauh dari kampus. Sementara saya berlari, saya tetap berdoa kepada Tuhan: "Tuhan berkati saya, ampuni dosa dan kesalahan saya." Setiba di rumah kos itu, saya mengetuk pintu sebanyak 2 kali tetapi tidak ada yang membukakan pintu.

Ternyata di belakang saya ada 4 teman mahasiswi yang juga lari mengikuti dari belakang. Mereka memanggil saya: "Domi, ikut ke rumah kami" tetapi saya berkata kepada mereka, "biar saya bersembunyi di sini." Masih berada di depan rumah kos tersebut, saya berdoa lagi "Oh.. Tuhan, apakah malam ini saya akan mati? Ampuni dosa dan kesalahan saya."

#Ditangkap oleh Massa#

Saya mengetuk pintu lagi, tetapi tidak ada orang yang menjawab, saya berdoa kembali: "Tuhan.. ini hari terakhir untuk saya hidup." Terdengar suara massa yang semakin mendekat kepada saya. Mereka berkata: "Itu mahasiswa Doulos, tangkap dia!" Ada juga yang berteriak: "Bantai dia, tembak!"
Seketika itu saya ditangkap dan saya hanya bisa berserah kepada Tuhan sambil berkata: "Tuhan saya sudah di tangan mereka, saya tidak bisa lari lagi."

Kemudian tangan saya diikat ke belakang dan mata saya ditutup dengan kain putih. Saya tetap berdoa dalam keadaan takut dan gemetar: "Tuhan ampuni dosa saya, pada saat ini Engkau pasti di samping saya." Tiba-tiba ada suara terdengar oleh saya entah dari mana, yang berkata: "Jangan takut, Aku menyertai engkau, Akulah Tuhan Allahmu." Setelah mendengar suara itu, rasa ketakutan dan kegentaran hilang, karena saya sudah pasrahkan kepada Tuhan.

#Penganiayaan dan Kematian#

Mereka membawa saya ke tempat yang gelap, saya dipukuli dan ditendang. Saya dihadapkan dengan massa uang jumlah orangnya lebih banyak, saat itu mereka ragu, apakah saya mahasiswa Doulos atau warga sekitarnya. Sebagian massa ada yang terus mendesak untuk memotong dan membunuh saya.

Saya berdoa lagi: "Tuhan, fisik saya kecil, kalau saya mati, saya yakin masuk sorga. Saat ini saya serahkan nyawa saya ke dalam tangan kasih-Mu, ampunilah mereka." Saat itu kepala saya dipukul dari belakang dan terjatuh di atas batu, saya tidak sadar akan apa yang terjadi lagi.

#Roh Saya Keluar Dari Tubuh#

Kemudian ... roh saya terangkat keluar dari tubuh saya, roh saya berbentuk seperti orang yang sedang start lari atau sedang jongkok, lalu lurus seperti orang yang berenang kemudian berdiri. Roh saya melihat badan saya dan berkata: "Kok badan saya tinggal" (sebanyak dua kali). Roh saya berdiri tidak menyentuh tanah dan tidak tahu mau berjalan kemana, karena di sekeliling saya gelap gulita, kurang lebih lima detik, roh saya berkata:
"Mau ke mana?"

#Lima Malaikat Datang Menjemput Saya#

Saat itu ada lima malaikat datang kepada saya, dua berada di sebelah kiri, dua di sebelah kanan dan satu malaikat berada di depan saya. Tempat yang tadinya gelap gulita telah berubah menjadi terang dan saya sudah tidak dapat melihat badan saya lagi. Roh saya dibawa oleh malaikat-malaikat tersebut menuju jalan yang lurus, dan pada ujung jalan itu sempit seperti lubang jarum. Roh saya berkata: "Badan saya tidak dapat masuk." Tetapi malaikat yang di depan saya bisa masuk, lalu roh saya berkata lagi: "Badan rohani saya kecil pasti bisa masuk." Kemudian roh saya masuk melalui lubang jarum tersebut.

"Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham." Lukas 16:22

#Berada di Dalam Firdaus#

Saat itu saya sudah berada di dalam sebuah halaman yang luas. Halaman itu sangat luas, indah dan tidak ada apa-apa. Roh saya berkata: "Kalau ada halaman pasti ada rumahnya." Tiba-tiba saat itu ada rumah, saya dibawa masuk ke dalam rumah tersebut dan bertemu dengan banyak orang di kamar pertama. Roh saya berkata: "Ini orang-orang yang percaya kepada Yesus Kristus, mereka ditempatkan di sini." Mereka sedang bernyanyi, bertepuk tangan, ada yang berdiri, ada yang duduk dan ada yang meniup sangkakala.#Dibawa ke Ruangan Selanjutnya#

Saya dibawa oleh malaikat-malaikat ke kamar selanjutnya atau kedua, sama dengan kamar yang pertama, hanya disini roh saya melihat orang-orang dengan wajah yang sama dan postur tubuh yang sama. Kemudian saya dibawa lagi ke kamar yang ketiga, yang sama dengan kamar yang pertama. Dan roh saya berkata: "Ini orang-orang yang percaya kepada Yesus Kristus, ditempatkan di sini." Lalu roh saya dibawa ke kamar yang keempat yaitu kamar yang terakhir, pada saat ini saya hanya sendiri, tidak disertai oleh malaikat-malaikat tadi. Kamar itu kosong, lalu roh saya berkata: "Ini penghakiman terakhir, saya masuk sorga atau neraka."

"Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Elohim sendiri yang harus pertama-tama dihakimi. Dan jika penghakiman itu dimulai pada kita, bagaimanakah kesudahannya dengan mereka yang tidak percaya pada Injil Elohim? Dan jika orang benar hampir-hampir tidak diselamatkan, apakah yang akan terjadi dengan orang fasik dan orang berdosa?" 1 Petrus 4:17-18

#Bertemu dengan Tuhan Yesus#

Kemudian roh saya berjalan tiga sampai empat langkah, di depan saya ada sinar atau cahaya yang sangat terang seperti matahari, maka roh saya tidak dapat menatap. Saya menutup mata dan terdengar suara: "Berlutut!" Seketika itu roh saya berlutut, terlihat sebuah kitab terbuka dan dari dalamnya keluar tulisan yang masuk ke mata saya yang masih tertutup, tulisan timbul dan hilang terus menerus, roh saya berkata: "Tuhan...! ini perbuatan saya minggu lalu, bulan lalu, tahun lalu. Saya melakukan yang jahat dan saya tidak pernah mengaku dosa pribadi, sehingga Engkau mencatatnya di sini."

"Tuhan...! Saya ingin seperti saudara-saudara di kamar pertama, yang selalu memuji dan memuliakan Engkau. Tuhan...! Saya tahu Engkau mati di atas kayu salib untuk menebus dosa saya, saya rindu seperti saudara-saudara yang berada di kamar pertama, kedua dan ketiga yang selalu memuji-muji Engkau."

Sesudah itu tulisan yang keluar dari kitab itu hilang, buku manjadi bersih tanpa tulisan, kemudian buku itu hilang dan sinar yang terang itupun hilang dan ada suara berkata: "Pulang! Belum saatnya untuk melayani Aku."

Saya melihat-lihat dari mana arah suara itu datang, saya melihat ada seorang di samping kanan. Orang tersebut badan-Nya seperti manusia, rambut hingga ke lehernya bersinar terang. Jubah-Nya putih hingga menutupi kedua tangan-Nya dan bawah jubah-Nya menutupi kaki-Nya. Ia menunggangi seekor kuda putih dengan tali les yang putih. Lalu roh saya berkata: "Ini Tuhan Yesus, Dia seperti saya, Dia Elohim yang hidup."

"Lalu aku melihat sorga terbuka; sesungguhnya, ada seekor kuda putih dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar" Ia menghakimi dan berperang dengan adil." Wahyu 19:11

Kemudian Tuhan Yesus tidak nampak lagi dan seketika itu roh saya dibawa pulang ke dalam tubuh saya. Saat itu juga ada nafas, ada pikiran dan saya berpikir, tadi saya bersama dengan Tuhan Yesus. Setelah itu saya mencoba beberapa kali untuk bangun dan mengangkat kepala, tetapi tidak bisa, terasa sakit sekali, saya baru sadar bahwa leher saya telah dipotong dan hampir putus, kemudian saya dibuang ke semak-semak dengan ditutupi daun pisang. Saya merasa haus, lalu menggerakkan tangan mengambil darah tiga tetes dan menjilatnya, lalu badan saya mulai bergerak.

Saya berdoa: "Tuhan, lewat peristiwa ini saya telah bertemu dengan Engkau, dan Engkau memberikan nafas dan kekuatan yang baru sehingga aku hidup kembali, tapi Tuhan, Engkau gerakkan orang supaya ada yang membawa saya ke rumah sakit."

Tuhan menjawab doa saya, malam itu ada orang yang mendekati saya dengan memakai lampu senter, lalu bertanya: "Kamu dari mana?" Saya tidak bisa menjawab, karena saya tidak dapat berbicara lewat mulut, tidak ada suara yang keluar, hanya hembusan nafas yang melalui luka-luka menganga pada leher. Kemudian orang tersebut memanggil polisi.

Puji Tuhan! Dikira sudah meninggal tetapi masih hidup. Mereka mengira saya sudah meninggal, mereka mengangkat dan membawa saya ke jalan raya. Kemudian polisi mencari identitas atau KTP saya, ternyata tidak ditemukan. Tanpa identitas, mereka bermaksud membawa saya ke sebuah rumah sakit lain, tetapi saya ingat kembali akan suara Tuhan dan takhta-Nya di sorga, ternyata ada kekuatan baru dari Tuhan Yesus yang memampukan saya dapat berbicara.
Tiba-tiba saya berkata: "Nama saya Dominggus, umur saya 20 tahun, semester III, tinggal di asrama Doulos, saya berasal dari Timor."

Orang-orang yang sedang melihat dan mendengar saya, berkata: "Wah, dia dipotong dari jam berapa? Sekarang sudah jam 02.30 pagi, tapi dia masih hidup."

#Perjalanan ke Rumah Sakit UKI#

Kemudian mereka memasukkan saya ke dalam mobil dan meletakkan saya di bawah. Saya tetap mengingat peristiwa ketika Tuhan Yesus dianiaya. Sementara mobil meluncur dengan kecepatan tinggi, saat melewati jalan berlubang atau tidak rata mobilpun berguncang dan saya merasa sangat sakit sekali pada luka di leher. Saya katakan kepada Tuhan: "Tuhan, apakah saya dapat bertahan di dalam mobil ini? Tuhan ketika Engkau di atas kayu salib, Engkau meminum cuka dan empedu, tetapi saya menjilat darah saya sendiri karena tidak ada orang yang menjagai saya."

Saya membuka mata, ternyata memang tidak ada seorangpun yang menjagai saya, hanya seorang supir. Tetapi saya melihat beberapa malaikat berjubah puith menjaga dan mengelilingi saya. Saya katakan: "Tuhan ini malaikat-malaikat pelindung saya, mereka setia menjagai." Saya harus berdoa agar tetap kuat.

#Perawatan di Rumah Sakit#

Setiba di rumah sakit, suara saya dapat normal kembali. Saya dapat berbicara dan bertanya kepada perawat: "Bapak saya mana?" perawat RS bertanya kepada saya: "Bapakmu siapa?" Saya jawab: "Bapak Ruyandi Hutasoit." Ketika Bpk. Ruyandi menemui saya, ia berkata: "Dominggus.. leher kamu putus!" Jawab saya: "Bapak doakan saya, sebab saya tidak akan mati, saya telah bertemu dengan Tuhan Yesus." Lalu Bpk. Ruyandi mendoakan dan menumpangkan tangan atas saya.

Setelah itu saya mendapat perawatan, seorang dokter ahli saraf hanya menjahit kulit leher saya, karena luka bacokan sudah menembus sampai ke tulang belakang leher, sehingga cairan otak mengalir keluar, saluran nafas dan banyak saraf yang putus. Kemudian saya dirawat tiga hari di ruangan ICU dan selama perawatan saya tidak diberikan transfusi darah pendapat dokter pada saat itu adalah bahwa saya akan mati dan saya tidak diharapkan hidup, mengingat cairan otak yang telah keluar dan infeksi yang terjadi pada otak, yang semua itu akan menimbulkan cacat seumur hidup.

#Mukjizat Kesembuhan Terjadi#

Tanggal 19 Desember 1999 dengan panas badan 40°C dan seluruh wajah yang bengkak karena infeksi, saya dipindahkan keluar dari ruang ICU, dikarenakan ada pasien lain yang sangat memerlukan dan masih mempunyai harapan hidup yang lebih besar daripada saya.

Pada malam hari, roh saya kembali keluar untuk kedua kali dari tubuh saya, roh saya melihat suasana kamar dimana saya dirawat dan kemudian roh saya berjalan sejauh kurang lebih dua atau tiga kilometer dalam suasana terang di sekeliling saya. Tiba-tiba ada suara terdengar oleh saya: "Pulang..pulang...!"

Seketika itu juga, roh saya kembali ke dalam tubuh saya, suhu tubuh menjadi normal dan tidak ada lagi infeksi. Kemudian terdengar bunyi seperti orang menekukkan jari-jari pada leher saya, lalu otot, tulang, saluran nafas dan saraf-saraf tersambung dalam sekejab mata, saya merasa tidak sakit dan dapat menggerakkan leher. Sesudah itu saya diberi minum dan makan bubur.

Saya sudah hidup kembali, dengan kesehatan yang sangat baik. Puji Tuhan!
Keluar dari Rumah Sakit dalam Keadaan Sembuh Total

Saya berada di rumah sakit sejak tanggal 16 Desember 1999 dini hari dan keluar dari rumah sakit pada tanggal 29 Desember 1999, dengan berat badan normal dibanding dua minggu yang lalu karena banyak darah dan cairan yang telah keluar. Saya telah sembuh sempurna, tanpa cacat, tanpa perawatan jalan, saya hidup kembali dengan normal.

"Terima kasih Tuhan Yesus, Engkau sungguh Eloim yang hidup dan ajaib, terpujilah nama-Mu kekal sampai selamanya, amin!" ( Oleh Dominggus, mahasiswa STT Doulos - 15 Desember 1999)

Rabu, 02 November 2011

Kata-kata bijak Bruce Lee

1.be yourself=jadilah dirimu sendiri

2.learning is constant process without end=belajar adalah proses penemuan secara terus-menerus,tanpa akhir.

3.i am not teaching you anything.i just help you explore yourself=saya tidak mengajarkan anda sesuatu apapun.saya hanya membantu mengeksplorasi diri anda sendiri

4.simplicity is the key to brilliance=kesederhanaan adalah kunci kecemerlangan

5.knowing is not enough,you must apply.willing is not enough you must do=tahu saja tidak cukup anda harus mengaplikasikannya.ingin saja tidak cukup anda harus melakukannya

6.be happy,but never satisfied=berbahagialah,namun jangan berpuas diri

7.empty your cup so that it may be filled(become devoid to gain totality)=kosongkan cangkirmu agar bisa diisi(menjadi hampa akan memperolah keuntungan total)

8.efficiency,directness,simplicity=efisien,langsun g,sederhana

9.if i tell you i'm good,probably you would say i am boasting.but if i tell you i'm no good,you know i'm lying=jika saya katakan saya bagus/hebat,mungkin anda menyebut saya pembual.namun bila saya bilang saya jelek,anda tahu saya bohong.

10.our grand business is not to see what lies dimly at distance,but to do what
lies clearly at hand=tugas besar kita bukanlah melihat sesuatu yang berkilau dari kejauhan tetapi melakukan sesuatu terhadap apa yang ada di tangan

11.mistakes are always forgivable if one has the courage to admit them=kesalahan slalu dimaafkan jika seseorang mempunyai keberanian untuk mengakuinya.

12.i create opportunities=saya menciptakan kesempatan

13.if you don't want to slip up tomorrow,speak the truth today=jika esok hari kamu tak mau tergelincir,bicaralah kebenaran hari ini

14.never take your eyes off your opponent ,even when you're bowing!=jangan pernah memalingkan matamu dari lawan bahkan saat kamu dalam posisi menunduk!

15.be practical dreamer backed by action=jadilah seorang pemimpi yang dilandsi oleh tindakan nyata

16.a goal is not always meant to be reached,is often serves simply as something to aim at=target tak slalu bisa dicapai,tetapi itu adalah hal sederhana yang penting utk mengarahkan pada titik sasaran menuju kesuksesan

17.don't fear failure=jangan takut gagal

18.it is easy to teach one to be skillfull,but it is difficult to teach him his own attitude=lebih mudah mengajari seseorang menjadi terlatih,tetapi sulit mengajari untuk mengubah perilakunya

19.be a water=jadilah laksana air

20.i fear not the man who has practiced 10.000 kicks once,but i fear the man who had practiced one kick 10.000 times=saya tidak takut seseorang yg tlah berlatih 10.000 macam tendangan,tetapi saya takut seseorang yg tlah melatih 1 macam tendangan sebanyak 10.000 kali

21.to spend time is to pass it in a specified manner.to waste time is to expend it thoughtlessy or carelessly=menggunakan waktu yg tepat adalah memanfaatkan sesuai dgn apa yg tlah ditentukan sebelumnya.menghamburkan waktu adalah menyia-nyiakan tanpa rencana dan sembarangan

22.to know oneself,is study oneself in action with another person=memahami seseorang bisa dilakukan dgn mempelajari orang tersebut saat bersikap terhadap orang lain

23.a quick temper will make a fool of you soon enough=cepat marah membuat kebodohan anda cepat terlihat

24.use only that which works,and take it from any place you can find it=gunakan hanya apa yg berguna , dan ambilah dari mana saja yg bisa anda temukan
25.if you spend too much time thinking about thing,you 'll never get it down=jika kamu terlalu lama memikirkan sesuatu,kamu tak akan pernah mendapatkannya

26.never waste energy on worries or negative thoughts=jangan habiskan energi utk kekawatiran atau pikiran pikiran negatif

27.make at least one definite move daily toward your goal=setidaknya,buat satu langkah nyata setiap hari menuju target anda

28.be like a mirror=jadilah seperti cermin

29.you must accept the fact that there is no help but self-help=kamu harus menerima kenyataan bahwa tidak ada pertolongan,kecuali menolong diri sendiri

30.defeat is not defeat,unless accepted as a reality-in your own mind=kekalahan bukanlah kekalahan kecuali diterima sebagai kenyataan di dalam pikiran anda sendiri

31.a good fight should be like a small play,but played seriously=perkelahian yg bagus seperti seperti sebuah permainan kecil,tetapi dimainkan serius

32.the change is from inner to outer.we start by dissolving our attitude not by altering outer condition=berubah dimulai dari dalam ke luar.kita memulainya dengan memperbaiki sikap kita,bukan dgn mengubah kondisi di luar kita

33.action is high road to self-confidence and esteem=tindakan adalah TOL menuju kepercayaan dan harga diri

34.there are no limit=tidak pernah ada batasan

35.those who are unaware they are walking in darkness will never seek the light=mereka yg tak menyadari kalau sedang berjalan di kegelapan,tak akan berusaha mencari cahaya

36.when you get into fight,everybody reacts differently=ketika terlibat pertarungan orang mempunyai reaksi yg berbeda beda

37.a wise man can learn more from a foolish question than a fool can learn from a wise answer=orang bijak bisa belajar banyak dari pertanyaan konyol,dibanding org bodoh yg mampu belajar dari jawaban bijak

38.knowledge will hive you power,but character,respect=pengetahuan akan memberimu kekuatan,tetapi karakter memberimu kehormatan

39.the "moment" has no yesterday or tomorrow.it is not the result of thought and therefore has no time=momen itu bukan milik hari kemarin atau besok .ia jg bukan hasil dari apa yg dipikirkan.karena itu,ia tak terikat oleh waktu

40.do not pray for an easy life,pray for the strength to endure a difficult one=jangan berdoa meminta agar hidup di mudahkan,berdoalah agar diberi kekuatan mengatasi kesulitan

Kalahkan Nafsu!!

Kehendak yang kuat adalah kehendak yang terus bergerak menuju apa yang dituju, sekalipun itu berat, dan tidak menyerah menghadapi rintangan-rintangan yang menghalanginya. Kehendak inilah merupakan rahasia kesuksesan dalam hidup dan tanda kebesaran para tokoh i.e. orang-orang yang apabila berkeinginan terhadap suatu hal, maka tidak ada satupun yang dapat menghalangi mereka dari keinginan tersebut, bahkan mereka tetap berjalan menuju kesana dengan segala cara, sekalipun menemui segala macam kesulitan.
Adakalanya kehendak tersebut terjangkiti penyakit, yang pada akhirnya ia tidak mampu menghadapi hawa nafsu dan syahwat, serta tidak mampu memikul tanggung jawab dan amanah. Akibatnya ia mengikuti arus lebih besar yang mengalir (mainstream), terjerembab dalam lubang maksiat, tergiur untuk ikutan korupsi, dan berlepas diri dari tanggung jawab yang diembannya.
Salah satu bentuk kehendak yang berpenyakit ialah seseorang mengetahui kebajikan pada sesuatu, mengetahui kewajibannya dan bertekad untuk mengerjakannya. Kemudian kehendaknya mengkhianatinya, lalu ia menyerah begitu saja dengan kemalasan.
Kehendak yang sakit ini dapat disembuhkan dengan berbagai macam pengobatan, antara lain adalah:  

1.   Senantiasa berlatih.
Senantiasa melatih jiwa dengan mengharuskan jiwa dengan amalan-amalan yang menuntut kesungguhan dan kesulitan serta membiasakannya untuk dapat mengalahkan segala kesulitan. Sebagai contoh, apabila kita sedang membaca buku dan kemudian timbul rasa jemu, malas, atau ingin minum walaupun belum terlalu haus, maka cobalah mendidik jiwa kita dengan berazam akan minum kalau sudah sampai halaman atau sub-bab ke sekian. Dengan begitu tumbuhlah semangat untuk menyelesaikan bacaan, jiwapun terasa lega karena telah mencapai target dan minumpun akhirnya terasa betul-betul sebagai penghapus dahaga.

2.   Instropeksi diri dan membimbingnya dengan prinsip pahala dan siksa.
Jikalau jiwa kita mudah dalam menjalankan ketaatan, bisa beramal dengan baik, maka gembirakanlah dan lepaskanlah sejenak tabi’atnya untuk menikmati sesuatu yang mubah. Dan apabila rasa malas mulai menghantaui jiwa kita, maka perlakukanlah dengan tegas dan halangilah ia dari sebagian yang ia inginkan.
Hanya saja tidak boleh berlebih-lebihan dalam menginstropeksi jiwa kita, karena hal itu dapat menyebabkan jiwa menjadi kecut, berduka-cita, merasakan kelemahan & kekurangannya, dan pada akhirnya bisa mengakibatkan kehilangan kepercayaan.

3.   Bersegera berbuat dan melaksanakan apa yang kita kehendaki.
Jangan kita membiarkan kehendak menguap begitu saja tanpa melaksanakan pekerjaan yang sudah kita tekadkan. Sebab hal itu dapat melemahkan kehendak dan mengakibatkan kegagalan. Jika kita telah bertekad, maka hendaknya kita laksanakan, atau mencoba hal tersebut sejauh kemampuan kita dan semaksimal mungkin tentunya.

4.   Mengenalkan kepada jiwa berbagai jalan kebajikan dan keburukan.
Adakalanya kehendak itu begitu kuat tetapi berpenyakit dalam perangai dan tabiatnya yang mengarah pada kejahatan-kejahatan dan berbagai keburukan. Maka solusi yang tepat adalah mengenalkan kepada jiwa kita berbagai jalan kebaikan dan keburukan, mengharuskan jiwa tersebut untuk menempuh jalan kebajikan, memagarinya atau menjaganya dengan segala yang membuatnya senang terhadap kebajikan. Kemudian menggunakan perisai kesabaran dalam menghadapi kecenderungannya kepada keburukan-keburukan; sehingga mendapat petunjuk kepada jalan yang lurus.

Sebagaimana yang kita lakukan terhadap pohon yang masih muda. Jika kita hendak menjinakkan kebengkokannya, lalu kita mengitarinya dengan sesuatu yang dapat meluruskannya untuk beberapa waktu lamanya. Hingga akhirnya pohon tersebut menjadi lurus dan batangnya menjadi kuat, maka setelah itu pohon tersebut tidak akan terpengaruh dengan sesuatupun

Gelas yang kosong

“Walaupun orang mau ngomong apa gue ga peduli, walaupun orang mau nilai apa tentang gue, gue ga peduli, ini hidup gue bukan orang lain, cuma gue aja yang tahu baiknya gimana, orang lain ga bisa ngatur”
Oleh Banyak orang
Setiap individu manusia pernah berpikir seperti ini, ada dimana manusia begitu egois terhadap pemikirannya, mereka berpikir dan bertindak yang menurut mereka benar. Satu yang harus diingat tindakan ini secara hak asasi adalah benar adanya. Kita manusia mempunyai keluasan sebebas-bebasnya atas apa, jalan mana yang akan kita pilih untuk kehidupan kita. Tindakan baik ataupun buruk, sebenarnya dalam ranah hak asasi, tidak ada tindakan yang baik dan buruk. Penilaian kita terhadap hal ini berdasarkan peraturan-peraturan yang berlaku.
Banyak individu akan merasa tersinggung apabila sikap mereka dikritik oleh orang lain, mereka merasa bahwa tindakannya benar dan yang lain salah. Sikap seperti inilah yang akan menjadi penghambat kita untuk terus maju dan berkembang. Sementara orang disekitar berlari menggapai suksesnya, kita hanya berlari di tempat atau bahkan hanya diam tak bergerak.
Apa yang membedakan orang yang berlari dan orang yang diam ditempat? Apa yg membedakan orang yang sukses dan yang tidak/biasa saja?
Teman penulis bilang ” Before you have one million dollar in real life, you had to have one million dollar in here/’mind’ (finger pointed to the head)”
Setelah mendengar kata-kata ini, penulis seketika tersentak dan tersadar, bahwa hal yang kita cari-cari dalam hidup ini, baik itu kesuksesan, kebahagian, taraf hidup yang tinggi, sebelum kita bisa mencapai itu semua, kita harus menumbuhkannya didalam pikiran kita sendiri. Semuanya bermula di dalam pikiran kita. Ini yang di sebut ‘power of mind’, atau orang banyak menyebutnya visualisation dan banyak lainnya. Apa yang kita inginkan di dunia nyata harus ada dan tervisualisasi di dalam pikiran kita baik di sengaja ataupun tidak sengaja, langsung ataupun tidak langsung. Semua berawal dari dalam pikiran kita sendiri. Jika kita menginginkan hal-hal yang baik, kita akan menarik hal-hal yang baik pula dan sebaliknya.
Pikiran manusia begitu kompleks dan rumit, di satu titik kita merasa begitu pintar dan tahu segalanya, di satu titik kita merasa bodoh dan tidak tahu apa-apa. Biasanya kita mengalami dua hal ini di dalam kondisi tertentu. Saat kita bertemu orang lebih junior/lebih payah dari kita, kita akan merasa paling tahu, pintar dan cenderung mengabaikannya,dan  menganggap remeh omongannya. Sebaliknya jika kita bertemu orang yang hebat kita merasa tidak tahu, bahkan bodoh, merasa kalah dan serta merta meresap semua ilmunya dan mendengarkan dengan seksama atau kita hanya mengabaikannya dan menganggap dia sok tahu.
Coba kita berpikir tanpa kotak (without box), kita berpikir tanpa batas: ada berapa orang yang hebat dan berilmu yang kita ketahui ataupun tidak yang sudah bertemu dengan kita, baik muda atau tua, junior atau senior, payah ataupun hebat.
Apakah kita mendengarkan mereka? Sudahkah kita menyerap ilmu dan pengetahuan yang mereka sharing ke kita? Atau kita hanya mengabaikannya saja karena merasa kita sudah lebih pintar?
Dengan bersikap mengabaikan dan merasa lebih pintar, kita sebenarnya membuang kesempatan kita untuk terus maju(berlari) dan mendapatkan ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat dan hanya berdiam ditempat. Bayangkan apabila kita memperhatikan mereka dengan seksama, serap ilmunya, apa kira-kira yang akan terjadi? Tentunya ilmu dan pengetahuan kita akan bertambah. Apapun ilmunya, seberapa penting ilmunya pasti akan berguna untuk kita suatu saat nanti disuatu waktu di masa depan.
Untuk bersikap mendengarkan/memperhatikan seperti ini tidaklah mudah. Ada banyak kesabaran, harga diri, emosi, dan kerendahan hati yang dipertaruhkan, kita harus membuang jauh rasa egoisme. Tapi jika kita bisa menguasai ini semua niscaya apa yang akan kita dapat akan jauh dan jauh lebih besar. Pepatah bilang” mati 1 tumbuh seribu”, mati satu ke egoisan kita tumbuh ribuan pengetahuan baru.
Untuk memulainya, cobalah untuk menset diri dan pikiran kita sebagai orang yang bodoh, fresh dan tidak tahu apa-apa setiap bertemu orang baru. Walaupun berat cobalah untuk menjadi good listener untuk mereka, hanya mendengar dan jangan menganalisa, karena menganalisa secara tidak langsung meransang otak kita untuk berpikir yang berbeda, dan berpikir berbeda berarti kita tidak sejalan dengan pemikiran mereka. Saat menjadi good listener cobalah untuk bertanya simple,”oh gitu ya, kalo yang ini bagaimana?”, dengan ini kita bisa menggali lebih dalam apa yang mereka ketahui yang akan mereka bagikan ke kita.
Sungguh sekali lagi hal ini tidaklah mudah, apalagi jika berhadapan dengan orang yg menurut kita payah/lebih junior, sangat susah untuk memposisikan diri kita lebih bodoh dari mereka, karena kita merasa sudah lebih pintar. Tapi kita tidak tahu apa yang sebenarnya mereka punya, ilmu apa yang mereka miliki, alangkah baiknya jika kita mampu menyerap pengetahuan mereka. Ini seperti value YOT “Open Minded”, oleh karena yang menyebabkan kita berbeda pendapat karena kita berbeda perspektif/pandangan dengan orang lain dan alangkah baiknya jika kita bersikap ‘Open Minded’, untuk dapat memahami pendapat orang. Tapi ini tidak cukup, kita harus mampu menjadi bodoh, fresh dan tidak tahu apa-apa untuk mendapat pengetahuan baru dari mereka, sikap ini disebut “Empty Cup”. Ilmu dimana kita harus mengosongkan pikiran kita untuk dapat menelan mentah-mentah (menerima) pengetahuan baru, tapi kita harus selalu menyaringnya, jika pengetahuan itu baik dan cocok harus diambil dan jika jelek dan ga cocok jangan diambil.
Sikap yang berlawanan dari “Empty Cup” adalah “Full Cup”. Sikap ini ditandai dengan segenap pikiran dan tubuh kita melakukan penolakan-penolakan terhadap pemikiran dan hal-hal baru yang masuk ke pikiran kita. Sikap dimana kita menolak semua hal-hal baru yang tidak sejalan dengan pemikiran dan cara berpikir kita, sikap ini di dasari karena kita merasa tahu dan pintar tentang suatu hal. Sikap yang menurut penulis harus dibuang jauh-jauh karena pada dasarnya kita tidak akan mendapatkan apa-apa dari sikap “Full Cup” ini.
Sikap “Empty Cup” adalah sikap yang patut kita contoh dan laksanakan karena dapat membuat diri kita untuk terus maju. Logikanya begini, coba kita melihat ke atas, didunia ini ada berapa banyak orang hebat, yang mempunyai banyak pengalaman sukses dan berharga yang pelajarannya dapat kita ambil dan coba juga melihat kebawah, berapa banyak orang yang gagal/payah/biasa saja yang kisah pahitnya bisa kita ambil agar kita tidak merasakan hal yang sama dan sifat kesabaran yang mereka punya agar diri kita selalu sabar dalam menghadapi cobaan.
Penulis telah mendapat pengetahuan ini, pengetahuan yang begitu penting dan sangat berharga.  Pengatahuan yang akan terus penulis ingat, dan hal ini telah mengubah cara hidup dan pola berpikir penulis menjadi lebih maju. Jadi mengapa tidak di share?
Penulis masih terus belajar untuk konsisten bersikap Empty Cup, karena terkadang sikap egois dan merasa paling pintar kadang kembali.
Satu yang pasti pikiran kita tidak akan kehabisan memori untuk kita isi oleh pengetahuan-pengetahuan baru, oleh karena itu kenapa kita terus tidak mengisinya?
Mengapa membiarkan pengetahuan baru dan bermanfaat hanya lewat dari hadapan kita, padahal kita bisa mengambilnya?
Come on Lads! Menjadi Empty Cup tidak membuatmu bodoh dan ‘miskin’, sebaliknya empty cup membuat anda  cerdas dan ‘kaya’.
Budayakan sikap “Empty Cup”
sumber: www.billyboen.com